Friday, September 30, 2011

Perbedaan antara aliran Syi’ah, Khawarij, Murji’ah

Khawarij
Doktri-doktrin pokok khawarij antara lain :
  • Khlifah/imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat islam,
  • Khalifah tidak harus berasal dari keturunan arab. Dengan demikian setiap muslim berhak menjadi khalifah apabila sudah memenuhi syarat,
  • Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat islam. Ia harus harus dijatuhkan bahkan dibunuh kalau melakukan zalim,
  • Khalifah sebelum Ali (Abu Bakar, Umar, dan Ustman) adalah sah, tetapi setelah tahun ketujuh dari masa kekhalifahannya, Utsman dianggap menyeleweng.
  • Khalifah Ali adalah sah tetapi setelah terjadi tahkim, ia dianggap menyeleweng.
  • Muawiyah dan Amr bin Ash serta Abu Musa Al-Asy’ari juga dianggap menyeleweng dan telah kafir.
  • Pasukan perang jamal yang melawan Ali juga kafir.
  • Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehingga harus dibunuh. Yang anarkis lagi adalah jika mereka orang muslim yang tidak mau membunuh orang kafir maka mereka itu harus dibunuh juga.
  • Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka. Bila tidak mau bergabung maka ia wajib diperangi karena hidup dalam Negara musuh sedang golongan mereka sndiri dianggap berada dalam Negara islam.
  • Seseorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng.
  • Adanya wa’ad dan wa’id (orang baik harus masuk surge dan orang jahat harus masuk neraka).
  • Amar ma’ruf nahi munkar.
  • Memalingkan ayat-ayat Al-Qur’an yang tampak samar.
  • Quran adalah makluk.
  • Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari Tuhan.
 Murji’ah
Berkaitan dengan doktrin teologi murji’ah, menurut W. Montgomery Watt merincinya menjadi :
  • Penangguhan keputusan terhadap Ali dan Mu’awiyah hingga Allah memutuskannya di akhirat kelak.
  • Penangguhan Ali untuk menduduki rangking keempat dalam peringkat Al-khalifah Ar-rasyidun.
  • Pemberian harapan terhadap orang muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah.
  • Doktrin-doktrin Murji’ah menyerupai pengajaran para skeptic dan empiris dari kalangan helenis.
Masih berkaitan dengan Murji’ah, menurut harun Nasution menyebutkan 4 pokok doktrin :
  • Menunda hukuman Ali, Mu’awiyah, Amr bin Ash, dan Abu Musa Al-Asy’ary yang terlibat dengan tahkim dan menyerahkannya kepada Allah pada hari kiamat kelak.
  • Menyerahkan keputusan kepada Allah atas orang muslim yang berdosa besar.
  • Meletakkan iman daripada amal.
  • Memberikan penghargaan kepada muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat Allah.
Sementara menurut Abu Al’A’ la Al-Maududi menyebutkan dua doktrin pokok Murji’ah :
  • Iman adalah percaya kepada Allah dan rasul-Nya saja. Adapun amal/perbuatan tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya iman. Berdasarkan hal ini, seseorang tetap dianggap seorang mukmin walaupun meninggalkan perbuatan yang difardukan dan melakukan dosa besar.
  • Dasar keselamatan adalah iamn semata. Selama masih ada iamn di hati setiap maksiat tidak dapat mendatangkan madarat ataupun gangguan atas seseorang untuk mendapatkan pengampunan, manusia cukup hanya dengan menjauhkan diri dari syirik dan mati dalam keadaan akidah tauhid. 

Syi’ah
Doktrin yang dibawa kaum syiah pada umumnya adalah Konsep Usuludin yang mempunyai lima akar:
  •  Tauhid
Tauhid adalah esa baik esensi maupun eksistensinya, keesaan tuhan adalh mutlak, jadi pada prinsipnya tuhan eksis dengan sendirinya tidak dibatasai ruang dan waktu, tuhanlah yang menciptakan segalanya, ruang dan waktu keesaan tuhan tidaklah murakkab, tuhan tidak membutuhkan sesuatu dan tiada sesuatupun yang menyamainya.
  • Keadilan
Segala sesuatu yang diciptakan tuhan adalh dengan keadilan tiada suatupun yang berisi ketidakadilan didalamnya, tuhan memberikan akal agar dapat merasakan antara yang baik dan buruk. Segala pemberian tuhan kepada manusia agar dapat memberikan manfaat bagi sesamanya dan dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya.
  • Nubuwwah
Rasul merupakan petunjuk hakiki utusan tuhan yang membawa risalahNya, memberikan ajaran tuhan, mengajarkan apa yang baik dan apa yang buruk, dlam keyakinan syiah itsna asyariyah 124.000 rasul diutus oleh Allah untuk menjadi rosulnya didunia sejak jaman nabi Adam hingga Muhammad. Kepercayaan mereka pada kiamat dan Kebenaran Al-Quran sangat kuat dan segalanya jauh dari tahrif dan, perubahan atau tambahan.
  •  Ma’ad
Setiap muslim harus yakin akan adanay ahari pembalasan, hari kiamat pasti datangnya dan setiap makhluk akan ditanyakan tentang perbuatannya didunia kelak, mati hanyalah proses transit dari dari kehidupan dunia yang fana menuju kehidupan yang kekal.
  •  Imamah
Imamah merupakan institusi yang dianugerahkan tuhan untuk memberikan petunjuk manusia yang dipilihdari keturunan Ibrahim yang dan didelegasikan kepada keturunan Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir. Syiah Itsna asyariyah percaya pada delapan cabang agama yaitu salat, puasa, haji, zakat, khumus (pajak seperlima penghasilan), jihad, al-amar bil ma’ruf dan annahyu ani munkar.

Rujukan
Nasution, Harun. 2007. Teologi Islam : aliran-aliran sejarah analisa perbandingan. UI-press. Jakarta
Rozak, Abdul dan Anwar, Rosihon. 2007. Ilmu Kalam. Pustaka setia. Bandung

1 comment:

saretah warlim said...

banyak juga ya aliran2 dalam Islam, yang pasti masing2 aliran merasa aliran yang lainnya tidak benar atau sesat dan alirannya sendiri yang benar, mungkin bener juga harus menunggu pengadilan Allah kelak baru ketahuan siapa yang benar dan siapa yg kurang benar

Post a Comment

 
;